Jumat, 04 Juni 2010

Pajak, Bagaimana Menurut Anda?

Anda pasti sudah tidak asing dengan istilah pajak,bukan? Definisi pajak sendiri banyak diberikan oleh para ahli,antara lain:
1. Menurut Prof. Dr. PJA Adriani (Guru Besar Hukum Pajak Universitas Amsterdam) menyatakan bahwa "Pajak adalah iuran negara (yang dipaksakan) yang terutang oleh yang wajib membayarnya menurut peraturan-peraturan, dengan tidak mendapat prestasi kembali yang langsung dapat ditunjuk dan yang gunanya adalah untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran umum berhubung dengan tugas negara untuk menyelenggarakan pemerintahan."

2. Prof. Dr. H. Rochmat Soemitro, S.H. dalam bukunya Pengantar Singkat Hukum Pajak mengatakan, "Pajak adalah peralihan kekayaan dari sektor swasta ke sektor publik berdasarkan Undang-undang yang dapat dipaksakan dengan tidak mendapat imbalan yang secara langsung dapat ditunjukkan,yang digunakan untuk membiayai pengeluaran umum dan yang digunakan sebagai alat pendorong, penghambat,atau untuk mencapai tujuan yang ada di luar bidang keuangan negara."

3. Menurut Dr. Soeparman Soemahamidjaja, Pajak adalah "Iuran wajib, berupa uang atau barang, yang dipungut oleh penguasa berdasarkan norma-norma hukum, guna menutup biaya produksi barang-barang dan jasa kolektif dalam mencapai kesejahteraan umum."

Serta beberapa definisi pajak dari para ahli lainnya yang tidak bisa disebutkan satu persatu karena begitu banyaknya.

Dari beberapa definisi pajak yang diberikan oleh para ahli tersebut diatas terdapat ciri-ciri yang sama, antara lain:
1. Pajak dipungut berdasarkan Undang-Undang.
2. Tidak mendapatkan jasa imbal balik
3. Pemungutan pajak dapat dipaksakan
4. Pajak untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran pemerintah demi kesejahteraan masyarakat
5. Pemungutan pajak dapat dilakukan oleh pemerintah pusat (Pajak Negara/Pajak Umum) atau pemerintah daerah (Pajak Daerah tingkat 1 dan tingkat 2)
6. Pajak dipungut dengan tujuan tertentu sesuai fungsi pajak, yaitu fungsi budgetair (sebagai kas negara) dan Regulerent (alat pengatur keadaan sosial dan ekonomi).


Tapi menurut salah seorang pengajar pajak, definisi pajak terkesan kurang menarik dan cenderung menakutkan (tidak mendapat jasa imbal balik dan memaksa). Beliau yang sekaligus pemerhati ilmu psikologi dan neurosains menyatakan bahwa definisi pajak yang menakutkan telah memengaruhi alam bawah sadar wajib pajak (orang yang diwajibkan membayar pajak). Wajib pajak jadi enggan untuk membayar pajak. Apalagi dengan adanya slogan "Lunasi pajaknya awasi penggunaannya". Sudah disuruh melunasi, disuruh mengawasi lagi.Serta berita mengenai kasus pajak yang membuat beberapa masyarakat begitu was-was dengan pajak.

Menurut beliau, pajak adalah utang yang harus dibayarkan masyarakat dengan ikhlas dan hati gembira kepada negara atas jasa/ fasilitas yang negara berikan kepada masyarakat sehingga dengan adanya hubungan timbal balik ini, diharapkan dapat tercapai kesejahteraan masyarakat.

Setelah definisi dibenahi, sosialisasi tentang tata cara pembayaran pajak,dan pelayanan pembayaran pajak harus ditingkatkan.


SUMBER: Buku DASAR-DASAR PERPAJAKAN DI INDONESIA
oase.kompas.com/.../Ditjen.Pajak.Siap.Ganti.Slogan.Wajib.Pajak


BAGAIMANA MENURUT ANDA?PRO ATAU KONTRA DENGAN PAJAK? ATAU DEFINISINYA? SLOGANNYA? SILAHKAN TAMBAHKAN INFORMASI DI KOLOM KOMENTAR!

Kamis, 03 Juni 2010

Selamat Datang di Gudang Komen!

Di blog ini akan disediakan artikel-artikel serta sudut pandang pro dan kontra.
Anda diwajibkan untuk memberikan komentar sesuai dengan artikel yang diberikan.
Anda diperbolehkan memberikan saran,solusi,atau kritik,tetapi tetap dilarang menyinggung SARA (Seks,Agama,Ras,dan Anatomi).

Gudang ini sangat membutuhkan partisipasi Anda!
Komentar Anda sangatlah berharga!




Penjaga Gudang,


siGARA